Taufik, Direktur PT Mitra Multi Communication, Tersangka Kasus Korupsi, Kini Diamankan Kejati Sumut

DKI Jakarta28 Dilihat

SUMATERA UTARA, (MIK)- Taufik, Direktur PT Mitra Communication menjadi tersangka kasus korupsi dekonstrasi yang bersumber dari P-APBN dengan  anggaran sebesar Rp 41,8 Milyar tahun 2015. Ia juga telah menjadi buronan satu tahun yang terakhir.

“Kita menangkap tersangka THM berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara No: Print-1/L2/Fd.1/01/2020 tanggal 29 Januari 2020. Dia ditangkap saat berada di tempat kerjanya di kawasan Peutojo, Jakpus pada pukul 12.15 WIB tadi,” kata Kasi Penkum Kejati Sumatera Utara, Sumanggar Siagian kepada detikcom, Rabu (29/1/2020) malam.

Berdasarkan informasi tersangka, Taufik setelah ditangkap langsung diterbangkan ke medan pada pukul  23.15 WIB di Kantor Kejatisu. Kemudian, tersangka dititipkan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Dia sudah buron selama satu tahun. Selama ini dia berpindah-pindah tempat. Awalnya dia balik ke kampung halamannya di Bima, NTT. Kemudian pindah ke Jakarta,” sebut Sumanggar.

Sumanggar mengatakan bahwa, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas dan Pemdes) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dengan peserta dari 25 Kabupaten Kota di Sumut dengan pagu anggaran Rp. 41.809.700.000 pada tahun 2015.

“Dia melakukan markup dengan kerugian negara sebesar Rp 788.720.000 dalam Kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Tahun 2015,” sebut Sumanggar.

“Akibat perbuatan tersangka, dia melanggar PP No 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden No 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa,” ujar Sumanggar.

Berdasarkan informasi THM merupakan tersangka terakhir dan total kerugian anggaran sebesar  Rp 4.537.889.000 di mana kerugian negara terjadi pada markup Paket Zona 1, Zona 2, Zona 3 dengan tersangka THM, Zona 4 dan markup biaya infocus.

(rma)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *