Eks Karyawan PT BBP Belum Juga Ada Kepastian,Karna PT BBP Kini Menjadi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Jakarta, mediinfokorupsi – Perusahaan yang dianjurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI harus mentaati peraturan yang sudah ditentukan di atur oleh UU ketenagakerjaan terhadap upah atau gaji yang diterima oleh pekerja.larangan pengusaha untuk membayar lebih rendah daripada upah minimum juga telah diatur dalam Pasal 90 ayat (1) Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan)

Menindak lanjuti hasil mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara saudara Syarif Adib dkk (33 orang) dengan PT Benakat Barat Petrolium Join dengan PT Mitra Investindo dan menejemen PT Pertamina EP tidak mencapai penyelesaian perselisihan secara musyawarah mufakat,maka sesuai ketentuan pasal 13 ayat (2) Undang-undang nomor 2 tahun 2004, Untuk penyelesaiannya yang terlampir dianjurkan diatas.

Setelah para karyawan bertemu direktur PT BBP mereka menuju kantor PT Mitra Investindo dijalan sudirman jakarta selatan dan bertemu dengan Ibu Diah selaku perwakilan PT Mitra Investindo.

Ibu Diah menyampaikan apa diutarakan para Eks karyawan tersebut, akan di tampung dan akan disampaikan pada pemegang saham PT Interra Resoursces Inc dia nggak bisa memutuskannya sendiri karna harus ke holding dulu yang ada di kantor pusat yang ada di singapura.ucap Diah.

“Padahal PT Mitra Investindo (Miti ) tersebut saat itu mempunyai saham 43% dan untuk saham 57% dimiliki oleh PT Benakat Integra Tbk.”

Mirisnya yang dialami oleh para Eks karyawan seperti yang dialami Pak Selamat sebagai desain gambar titik pengeboran minyak bekerja di PT Benakat Barat Petrolium dari tahun 2009 sampai 2017 sampai sekarang sama sekali tidak dibayar uang pensiun sama Konpensasi nya.

Hal ini seharusnya tidak terjadi karena perusahaan besar seperti PT Pertamina EP sumber daya  energi,harus mempertimbangkan nasib para Eks karyawan PT Benakat Barat Petrolium join dengan PT Mitra Investindo perjuangan menuju keberhasilan minyak mentah di daerah kabupaten pali provinsi Sumatera Selatan.

Untuk itu para karyawan sebanyak (33 orang) memperjuangkan sampai permintaan mereka terkabul, bahkan mereka juga sudah mengarah ke jalur  hukum perdata di pengadilan jakarta pusat mereka Eks karyawan menang.

Sebelum mereka para Eks karyawan ke pengadilan terlebih dahulu mereka melaporkan secara tertulis ke kementerian ketenagakerjaan RI tapi sampai sekarang belum juga ada tanggapan dari pihak PT Benakat Barat Petrolium Join PT Mitra Investindo.

Syarif Adib menyampaikan kepada Mediainfokorupsi.com, mau laporan kemana lagi kita para Eks karyawan,untuk itu kami memanggil rekan media agar di publikasikan atas keluhan kami agar masyarakat tau atas keluhan kami dan meminta pada Direktur Utama PT Pertamina agar memperhatikan nasib kami yang dibiarkan oleh pihak PT Banakat Barat Petrolium Join PT Mitra Investindo.

Banyaknya perubahan mengenai PT Benakat Barat Petrolium Tbk,dan terakhir kalinya PT melakukan perubahan nama menjadi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk.(Ali)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *