Vonis Terdakwa Satu Tahun, PN Kayuagung Dianggap Kesampingkan Yurisprudensi MA

REGIONAL32 Dilihat

JAKARTA, MIK – Setelah melewati tahapan persidangan terkait Kasus dugaan pemerasan di Kabupaten Ogan Komering Ilir beberapa tahun silam, akhirnya terdakwa Feri Yandi di Vonis Majelis hakim dengan satu tahun kurungan penjara.

 

Mengenai hal itu, kuasa hukum Feri Yandi, yakni Willi Marfi, SH dan Ronal SH menyebut bahwa vonis yang diberikan Majelis Hakin terlalu tinggi, sehingga pihaknya menyatakan untuk pikir-pikir.

 

Willi mengatakan, bahwa kliennya merupakan korban dari rekayasa jebakan. Sehingga dia sebelumnya meminta untuk terdakwa Feri Yandi dibebaskan.

 

Merujuk dalam putusan MA No.2521K/PID.SUS/2021, Mahkamah Agung menguatkan putusan PN Langsa yang melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

 

Sedangkan berdasarkan kronologis dari fakta persidangan, menurut Willi bahwa berdasarkan keterangan saksi Iskandar dan Erlan, sebelum adanya penangkapan dilakukan anggota Polres OKI pada 10 agustus 2020, telah ada komunikasi yang dilakukan oleh saksi Iskandar, saksi Erlan serta saksi korban syarifudin.

 

Hal ini pun menjadi petunjuk bahwa apabila saksi korban memutus komunikasi kepada saksi Erlan dan Iskandar. Maka, saksi korban tidak ada memberikan barang baik sebagian maupun seluruhnya kepada orang lain. Karena jarak waktu dari 10 agustus 2020 sampai 12 agustus 2020 adalah rentang waktu yang lama dan dapat atau bisa untuk melakukan penolakan dari saksi korban apabila ada orang yang akan melakukan pemerasan.

 

“Selain itu juga, terbukti dalam persidangan dari hasil rekaman video yang dipertontokan oleh JPU di muka persidangan, menunjukan bahwa saksi korban menghubungi Darmadi dengan mengatakan, HALLO, DAR BAWAK SINI DAR YEE,” jelas Willi dengan menceritakan fakta persidangan.

 

Lebih lanjut dikatakan Willi, hal-hal yang meragukan lainnya dalam persidangan bahwa pengakuan saksi Darmadi bahwa dirinya disuruh saksi korban untuk meminjam uang ke Bendahara.

 

“Hal ini kan tindak sinkron antara fakta persidangan dengan pengakuan saksi Darmadi.

 

Oleh sebab itu, Willi menyebut sangat menyanyangkan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara kliennya tersebut di PN  Kayuagung telah mengesampingkan Yurisprudensi MA tentang penjebakan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *