Sidang Lanjutan Dengan Terdakwa Jahja Komar Hidayat, Ditunda Kembali Saksi Tidak Bisa Dihadirkan JPU

Jakarta,Mediainfokorupsi.com – Sidang lanjutan Perkara terdakwa Jahja Komar Hidayat dengan pasal 263 PT. Tjitajam. Di PN Jaktim.

Majelis hakim buka persidangan perkara pemalsuan surat  pasal 263,menyatakan dipersidangan, harusnya agenda hari ini ada saksi
hari selasa sampai kamis.

Majelis hakim pertanyakan jaksa di ruang persidangan apakah belum bisa hadir untuk saksi-saksi yang dipanggil dan siapakah yang manggil saksi-saksi itu Kejari atau kejati jawab jaksa yang panggil Kejari, majelis hakim ulang pertanyakan persoalannyakan Jaksa itu satu kesatuan, seharusnya siapa pun yang memanggilnya harus ada kepastian,tegas majelis hakim kepada jaksa. Kamis (27/01/2022).

Lanjut majelis hakim, jaksa tidak mencerna tapi seperti begini seharusnya jaksa dari tadi kalau saksi tidak hadir cepat di beritahukan kepada kami, kan kasian sama bapak Jahja Komar Hidayat yang sudah konpratif menunggu dari jam 1.30 Wib, kalau begini jadi tidak ada kepastian persidangannya untuk menunggu apalagi sampai hari kiamat juga tidak akan datang, Ujar hakim.

Lagi majelis hakim menyampaikan kepada jaksa persoalan perkara ini jadi komunikasi terganggu, tidak bisa komunikasi karena saya sebagai ketua majelis hakim  di panggil pimpinan masalah perkara ini, dikarenakan terlalu lama sampai 7 kali ditunda selama persidangannya perkara ini padahal sengaja kami percepat mulai hari senin, selasa,kamis, Ucap majelis hakim memang dari awal kita tidak jadi bagaimana sikap jaksa,.masih  serius apa tidak, jawab jaksa tetap kami panggil saksi dari AHU nya dan yang lainnya yang mulia.

” Majelis hakim juga pertanyakan yang lapas Cipinang saksi Ponten Cahaya Surbakti Jaksa menjawab sudah komunikasi dengan lapas Cipinang, tapi alasan dari lapas karena pandemi covid-19  jadi Menunggu surat dari lapas dahulu yang mulia,Ucap Jaksa.”

Majelis hakim kembali pertanyakan sama jaksa  Ini kan persidangan, semestinya legalnya dulu jadi semua terletak siapa yang manggil sampai sekarang wujudnya tidak ada, jadi tida perlu Dirjen AHU langsung saja pada yang bersangkutan terus bagimana, ujar hakim kepada jaksa jawab jaksa Hadi, Hari Senin kami akan hadirkan yang mulia saksi-saksinya.

Penasehat hukum Reynold. SH, Pertama-tama kami tanggapi ulang- ulang ketidak ada kepastian, mana bukti pemanggilan dari jaksa, kalau begini bisa lima tahun pemanggilan saja tanpa ada wujud. Reynold juga mengatakan diruang persidangan kami akan siap yang mulia untuk hari senin pagi bila perlu jam 7 sambil tunggu saksi yang lain, ujar Reynold.

Dan majelis hakim lagi dari pada sulit untuk pemanggilan Dirjen AHU dan Ponten Cahaya Surbakti, Agustinus buat saja surat panggilan otentik,. kirimkan langsung biar hari senin bisa hadir ketiga-tiganya di kirimkan biar perkara ini tidak berlarut-larut, tegas majelis.

Masih kata majelis hakim kami minta jaksa surat pemanggilan ini pertanggung jawaban untuk majelis kepada pimpinan supaya ada keseriusan, jadi kita saling kerjasama koordinasi penuntasan perkara,Ucap majelis.

Dan majelis hakim juga berikan kesempatan kepada terdakwa Jahja Komar Hidayat,untuk bicara dipersidangan kalau bisa yang mulia pemanggilan 1 Minggu Dirjen AHU dan 1 Minggu Ponten, saya liat tuntutannya tidak serius,Ujar terdakwa dan disambung oleh penasehat hukum Reynold, atau jaksa secara kesatria putus bebas saja terdakwa biar semua perkara selesai, Ucap Reynold.

Karena saksi tidak ada hadir dalam persidangan majelis hakim Agam Syarief Baharudin.SH.MH, menutup persidangan dan akan di lanjutkan hari senin paling lambat jam 10.00 sudah hadir dipersidangan, tutup

Selesai persidangan awak media mewawancarai Jaksa Hadi. SH mengatakan posisnya dimana sayakan tidak komunikasi dengan saksi,yang komunikasikan kalau yang sudah diperiksa penyidik, tapi kami juga komunikasi dengan penyidik sudah kirimkan surat juga masalah posisi nya sampai atau tidak saya tidak tahu, Ucap Hadi.

“Lanjut Hadi jadi gelegasi sudah gelegasikan dikejari yang namanya gelegasi tetap ini perkara kejati merupakan tanggungjawab kita dari kejati,untuk mengirimkan surat kita juga tidak mau merepotkan teman-teman dikejari.”

Sebenarnya pemanggilan saksinya tidak ada kendala posisinya surat sudah sampai tapi orangnya yang tidak mau datang-datang, bahkan kita jaksa penuntut minta bantuan penyidik yang meriksa perkara dulu sudah, dan kita juga sudah kirimkan secara kurir sudah dilakukan, jadi saksi yang kita panggil baru 4 saksi yang belum hadir dari Dirjen AHU, Ponten Cahaya Surbakti, Saprius Nur Salim, Agustinus, Papar Hadi.

Nah menyangkut saksi Ponten Cahaya Surbakti karena di lapas Cipinang bahasa dari lapas terkait Omicron, dan kemudian masalah surat pisik saya belum terima karena PDF nya juga belum diterima, Tutup Hadi.

Ditempat terpisah kami juga mewawancarai Penasehat hukum Reynold. SH & Tim mengatakan kalau bicara tentang tanggapan kami hanya melihat prosedur hukum acara memang tugasnya jaksa untuk memanggil dan menghadirkan saksi bukan tugasnya kami.

Namun disini ada beberapa catatan  yang kami lihat perkara ini dari awal terlalu dipaksakan semacam ada sesuatu ada mau dibilang terindikasi perkara ini merupakan perkara suatu pesanan, pesanan dari pihak-pihak dan oknum-oknum tertentu yang ada di negeri ini, Ucap Reynold.

Mereka itu berusaha untuk merampok dengan menggunakan berbagai modus dan berbagai cara, hanya kami penasehat hukum hanya tidak tau orangnya tapi kita bisa prediksi lah kejadian ini jaksa sepertinya menurut kami karena sudah 7 kali sidang ini, seperti sangat tidak siap untuk perkara ini karena kelengkapan matril ataupun pormil dalam berkas perkara, Ungkap Reynold.

Jadi kami penasehat hukum terdakwa minta kepastian hukum tidak mungkin perkara ini menunggu kesiapan jaksa terus tentunya karena berdasarkan dengan sesuatu harus dilakukan oleh majelis hakim persidangan perkara ini, dan kami sepakat dengan majelis hakim bila mana jaksa sudah cukup dan tidak ada lagi saksi untuk giliran kami menghadirkan saksi A de Charge atau saksi meringankan, Ujar Reynold.

“Walaupun jaksa penuntut kemarin menghadirkan saksi 4 orang saksi ada 2 saksi jaksa itu yaitu laurensius Hendra Soetjipto dan Elsa Gazali, adalah saksi yang membantu meringankan klien kami karena memperkuat posisi hukum kami,” Ungkap Reynold.

Reynold menambahkan memang harus mafia peradilan ini harus diberantas dan dibasmi butuh komitmen,dari semua institusi penegak hukum dimulai dari kepolisian RI harus benar-benar melakukan reformasi jangan hanya slogan presisi kalau slogan presisi itu slogan tingkat slogan tentu akan membawa dan berdampak korban seperti klien kami satu yang tidak bersalah tapi didudukkan di kursi pesakitan, sedangkan yang orang-orang memalsukan jelas-jelas memalsukan malah dibiarkan bebas berkeliaran di luar sana benar kata pengamat hukum, hukum itu jangan tumpul diatas dan tajam kebawah, Tutup Reynold.

(Ali)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *