Lebih dari Sekali, Basyaruddin Akhmad Kadis PU Perkim Sumsel Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

PALEMBANG, MIK – Lebih dari satu kali, Basyaruddin Akhmad Kepala Dinas (Kadis) PU Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman) Sumsel diperiksa Kejati Sumsel, terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

 

Demikian diungkapkan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH, Jumat (4/3/2022).

 

“Basyaruddin Akhmad selaku Kadis PU Perkim Sumsel pada pembangunan Masjid Sriwijaya menjabat Anggota Divisi Pelaksanaan Pembangunan Masjid Sriwijaya, dan yang bersangkutan sudah lebih dari satu kali diperiksa Kejati Sumsel ditahap penyidikan sebagai saksi,” ungkapnya.

 

Masih dikatakannya, karena Basyaruddin Akhmad sudah pernah diperiksa ditahap penyidikan tentunya Basyaruddin Akhmad segara dihadirkan menjadi saksi di persidangan enam terdakwa.

 

Adapun enam terdakwa tersebut, yakni Alex Noerdin (mantan Gubernur Sumsel) dan Muddai Madang (mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya).

Kemudian terdakwa Akhmad Najib Cs, terdiri dari; Akhmad Najib (mantan Asisten Kesra Pemprov Sumsel yang juga Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya), Loka Sangganegara (Tim Leader Pengawas PT Indah Karya), Laonma PL Tobing (mantan Kepala BPKAD Sumsel) dan Agustinus Antoni (Kabid Anggaran BPKAD yang juga Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah Sumsel).

 

 

 

“Sidang enam terdakwa ini kan digelar setiap hari Senin dan Kamis, jadi Basyaruddin Akhmad segera dihadirkan JPU Kejati Sumsel menjadi saksi para terdakwa tersebut di persidangan,” katanya.

 

Dilanjutkan Kasi Penkum, jika dalam penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, untuk para saksi yang telah diperiksa Kejati Sumsel ditahap penyidikan maka otomatis dihadirkan juga sebagai saksi di persidangan.

 

“Salah satunya seperti Basyaruddin Akhmad. Apalagi dia sudah lebih dari sekali diperiksa sebagai saksi ditahap penyidikan,” pungkasnya.

 

Sebelumnya dalam perkara ini sudah lebih dari satu kali Basyaruddin Akhmad diperiksa Kejati Sumsel, salah satunya pemeriksaan pada Kamis (28/10/2021). Namun usai menjalani pemeriksaan, Basyaruddin Akhmad Sriwijaya saat itu membantah dirinya diperiksa Kejati Sumsel terkait dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

 

“Aku idak diperikso. Aku kesini (Kejati Sumsel) cuman ado gawe bae, yakni konsultasi,” ujar Basyaruddin saat keluar dari Gedung Kejati Sumsel.

 

Ketika ditanya wartawan jika dari keterangan pihak Kejati Sumsel selama diperiksa Jaksa Penyidik dirinya diajukan sejumlah pertanyaan? Basyaruddin mengatakan, jika ia tidak tahu.

 

“Idak tahu aku,” singkatnya sembari bergegas berjalan meninggalkan wartawan menuju mobil yang ditumpanginya di parkiran Kejati Sumsel.

Sedangkan Basyaruddin Akhmad yang sempat diwawancarai, Selasa (16/3/2021) mengakui dirinya sudah pernah diperiksa Kejati Sumsel sebagai saksi dalam perkara tersebut.

 

Dikatakan Basyaruddin Akhmad, saat diperiksa Kejati Sumsel dirinya ditunjukan SK jabatanya sebagai Anggota Divisi Pelaksanaan Pembangunan Masjid Sriwijaya.

 

 

 

“Tapi SK itu saya tidak tahu, dan tidak pernah melihatnya. Ketika di kejaksaan baru saya tahu setelah dilihatkan Jaksa. Bahkan saya tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan Masjid Sriwijaya tersebut. Dari itulah aku tidak tahu perjalanan Masjid Sriwijaya ini,” tandasnya. (SN)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *