KPK Akan Dalami Sejumlah Petinggi Dinas PUPR Muba yang Disebut dalam Kasus Suap Bupati

NASIONAL6 Dilihat

PALEMBANG – Sejumlah nama petinggi di Dinas PUPR Muba turut disebut dalam sidang vonis terdakwa dugaan suap pada Bupati Muba, Suhandy, Selasa (15/3/2022).

Dalam putusan, majelis hakim  yang diketuai oleh Yoserizal SH MH menyatakan terdakwa Suhandy terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1a Jo 65 ayat 1 KUHP.

Dan menjatuhi hukuman selama 2 tahun 4 bulan pada terdakwa Suhandy.

Atas putusan tersebut, baik JPU KPK, dan terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui, dalam amar putusan mejelis hakim, beberapa nama petinggi di Dinas PUPR Muba turut disebut dalam amar putusan.

Diantaranya nama Dian Pratnama selaku PPTK yang disebut menerima uang seber 190 juta, dan Fran Sapta Edward sebesar 91 juta, Bendahara Dinas PUPR, sebesar 90 juta.

Dikonfirmasi pada JPU KPK, Taufiq Ibnugroho SH, pihaknya akan terus mendalami, terkait beberapa nama yang disebut dalam sidang.

“Kami akan dalami lebih lanjut,” jawab singkat JPU KPK.

Diberitakan sebelumnya, Suhandy, terdakwa kasus dugaan suap pada Bupati Muba, Dodi Reza Alex divonis majelis hakim dengan hukuman 2 tahun 4 bulan.

Hal tersebut dibacakan dalam sidang virtual yang diketuai oleh hakim Yoserizal SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (15/3/2022).

Dalam vonis nya, majelis hakim menyatakan Suhandy terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1a Jo 65 ayat 1 KUHP.

“Mengadili terdakwa Suhandy dengan hukuman 2 tahun 4 bulan, serta mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp. 150.000.000, yang apabila tidak sanggup membayarnya diganti dengan hukuman 2 bulan penjara,” ujar hakim dalam sidang.

Adapun yang menjadi pertimbangan yakni, Suhandy dianggap pelaku utama dalam perkara dugaan suap.

Namun, hal lainnya, majelis hakim menilai Suhandy, telah memberikan keterangan secara signifikan serta bersedia mengembalikan aset-aset terkait perkara ini.

Atas putusan tersebut, baik JPU KPK, Suhandy secara langsung dan melalui kuasa hukumnya, menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

“Saya akan pikir-pikir dulu yang mulia,” ujar terdakwa melalui sambungan telekonfrensi.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *