Ketua KPK Firli Bahuri Memahami Kemarahan Presiden Jokowi Terkait Minimnya Penggunaan Produk Dalam Negeri

KPK Sudah Lama Memantau Masalah Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa.

Jakarta, Mediainfokurupsi.com  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memahami kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait minimnya penggunaan produk dalam negeri.

“Karena sikap kita terhadap kemampuan produk dalam negeri versus produk impor sudah keterlaluan.”

“Ini ada hubungannya dengan korupsi pengadaan barang dan jasa,” ujar Firli, Sabtu (26/3/2022

KPK, lanjutnya, sudah lama memantau masalah korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

Dia menjelaskan, dalam bidang pengadaan barang dan jasa, rawan terjadi praktik suap dan sogok-menyogok, yang ujungnya berakhir dengan tangkap tangan oleh KPK.

Atas dasar itu, dia memandang sikap tegas Presiden Jokowi harus disambut baik, sehingga semua pihak mulai mengubah orientasi pengadaan barang dan jasa, serta menghentikan korupsi di bidang tersebut.

Firli memaparkan, KPK dibentuk untuk meningkatkan upaya pemberantasan korupsi, sehingga dapat memperbaiki perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam konteks perbaikan ekonomi nasional, KPK menyambut positif peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) oleh Presiden Jokowi.

“KPK berkomitmen membantu pemerintah dalam berbagai program perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, karena korupsi adalah benalu dalam setiap niat dan program yang baik,” tegas Firli.

Sosok kelahiran November 1963 itu menambahkan, Gernas BBI sudah memiliki dasar hukum yang diperkuat melalui penetapan sejumlah regulasi.

Seperti, kewajiban penggunaan produk dalam negeri (PDN) oleh kementerian dan lembaga serta pemda yang diatur dalam UU 3/2014 tentang Perindustrian; PP 29/2018 tentang Pemberdayaan Industri; dan Perpres 12/2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Ada juga PP 7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Aturan tersebut mewajibkan kementerian dan lembaga serta pemda, mengalokasikan anggaran belanja sebesar 40 persen untuk UMKM dan koperasi.

Jokowi: Bodoh Banget Kita Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah di depan kepala daerah, menteri, dan pejabat lainnya, saat memberikan pengarahan afirmasi bangga buatan Indonesia, di Bali, Jumat (25/3/2022).

Jokowi dua kali melarang peserta yang hadir tepuk tangan, saat ia menyampaikan pengarahan.

Kemarahan Jokowi tersebut karena banyak kementerian, pemda, dan BUMN yang membeli produk luar negeri alias impor.

Jokowi bahkan sampai menunjuk kepala sendiri saking jengkelnya, karena tidak habis pikir, kementerian, lembaga, pemda, dan BUMN banyak yang membeli barang impor.

“Uang-uang APBN, uang rakyat, uang kita sendiri kok dibelikan barang impor.”

“Itu kadang-kadang gimana toh, aduh (tunjuk kepala)? Saya detailkan lagi, gregetan saya,” kata Jokowi.

Apabila anggaran yang ada dibelikan produk dalam negeri alias UMKM, lanjut Jokowi, akan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Anggaran pengadaan barang dan jasa di pemerintah pusat mencapai Rp526 triliun, di daerah Rp535 triliun, dan BUMN mencapai Rp420 triliun.

Apabila anggaran tersebut digunakan 40 persen saja untuk membeli produk lokal alias UMKM, kata Jokowi, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 1,71 persen.

“Enggak usah cari ke mana-mana (mendorong pertumbuhan ekonomi), tidak usah cari investor, kita diem saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM, kita kok enggak kita lakukan?”

“Bodoh sekali kita kalau tidak melakukan ini,” tuturnya.

Dengan membeli barang impor, tambah Jokowi, Indonesia malah memberikan pekerjaan kepada negara lain.

Padahal, apabila dibelikan produk dalam negeri atau UMKM, maka uang akan berputar di dalam negeri.

“Coba kita belokkan semuanya ke sini, barang yang kita beli, barang dalam negeri, berarti akan ada investasi.”

“Berarti membuka lapangan pekerjaan, tadi sudah dihitung, bisa membuka dua juta lapangan pekerjaan.”

“Kalau ini tidak dilakukan, sekali lagi bodoh banget kita ini,” Tegasnya.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *