Hanya Fokus OTT, KPK Diminta tidak Tebang Pilih Berantas Korupsi

NASIONAL, REGIONAL6 Dilihat

JAKARTA, MIK – Menurut laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sepanjang tahun 2021 kasus tindak pidana korupsi di Indonesia paling banyak terjadi di wilayah Sumatera Selatan dengan jumlah 30 kasus.

Perkara korupsi yang berasal dari Pemerintah Pusat berada di posisi kedua dengan jumlah 23 kasus, diikuti Jawa Timur dengan 10 kasus. Kemudian ada 8 kasus korupsi dari Jawa Barat, lalu Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara masing-masing sebanyak 5 kasus.

Jika ditotalkan, perkara korupsi di seluruh wilayah Indonesia sepanjang 2021 berjumlah 107 kasus. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan perkara korupsi pada 2020 yang jumlahnya 91 kasus.

Adapun jumlah perkara korupsi sejak 2004 hingga 2021 mencapai 1.230 kasus. Selama periode tersebut, perkara korupsi paling banyak berasal dari Pemerintah Pusat dengan total 409 kasus, disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 115 kasus dan 103 kasus.

Meski demikian, Ketua Inbestigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI ) DPW Sumsel memyebut bahwa KPK tidak perna mengungkap laporan dari para penggiat anti korupsi melainkan hanya fokus OTT.

“Kita minta KPK jangan tebang pilih dalam melakukan pemberantasan korupsi, KPK tidak perna merespon laporan penggiat anti korupsi,” katanya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *