BPI KPNPA RI Akan Laporkan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik di Sukawinatan ke Jampidsus

NASIONAL30 Dilihat

Palembang, Mik – Dalam waktu dekat, Badan Peneliti Indipenden Kekayaan Penyelenggara dan Pengawas Anggaran (BPI KPNPA) RI akan melaporkan terkait pembangunan listrik. Hal ini adanya dugaan indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

“Segara akan kita laporkan dalam waktu dekat,” kata Feriyandi selaku ketua DPD Kota Palembang, kepada awak media.

Selain itu Feri menyebut di lokasi pembuangan sampah juga terdapat dugaan adanya Pungutan Liar. Dimana jika ada yang masuk disuga harus membayar Rp15-20 ribu, sementata perbulan membayar Rp500 ribu.

“Hal ini juga menjadi masalah yang terjadi di Sukawinatan, belum lagi di kecamatan dan kelurahan,” ujar Feri selaku ketua Investigasi BPI KPNPA RI DPW Sumsel usai turun langsung ke lapangan.

Sebelumnya diberitakan, Diperkirakan dalam waktu dekat Palembang sudah dapat menikmati aliran listrik tenaga sampah. Pasalnya engine atau mesin pengolah sampah impor dari Spanyol ini diketahui sudah sampai di Palembang. Harapan masyarakat untuk menikmati listrik tenaga sampah atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) awal 2015 akan segera terwujud.

 

Kasubid Penyiapan dan Perencanaan Program Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Sartono mengatakan, pihaknya baru saja menerima informasi jika mesin tersebut sudah berada di pelabuhan di Palembang.

 

Dengan demikian, pihaknya memastikan jika dalam waktu dekat mesin tersebut sudah bisa dikoneksikan dengan fisik pembangunan pembangkit tenaga sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sukawinatan. “Engine sudah berada di Pelabuhan Palembang, secepatnya pengerjaan bisa diselesaikan,” kata dia, Selasa (6/1)

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, Agoeng Nugroho membenarkan informasi tersebut, hanya saja pihaknya menegaskan jika engine masih belum sampai ke TPA Sukawinatan. Dirinya pun tidak menampik jika Februari 2015 pembangkit ditargetkan bakal bisa langsung beroperasi.

 

“Jika sudah sampai nanti akan kami beritahu teman-teman media. Persisnya, saat ini kami masih menunggu mesin itu sampai, jika sudah sampai tinggal melakukan koneksi,” terangnya.

 

Hanya saja, pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti berapa lama pengerjaan instalasi setelah mesin tersebut sampai ke TPA Sukawinatan. Hanya saja  ketika mesin sampai pengerjaan tingga beberapa persen saja.

 

Senada, Kasi Pembinaan Kebersihan Lingkungan Masyarakat, Armansyah. Dikatakanya , pihaknya masih menunggu kedatangan mesin tersebut dan setelah sampai akan dihubungkan dengan pengolahan sampah di lokasi. Setelah itu, baru dilakukan pengetesan mesin, selanjutnya baru dihubungkan ke pembangkit. “Tahap akhir nantinya mesin tersebut akan terhubung ke pembangkit PLN,” singkat dia.

 

PLTSa ini direncanakan beroperasi pada akhir 2014 lalu, namun karena ada kendala pengiriman engine. Progress pengerjaan pun molor, sehingga keluar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 194/2014 tentang perpanjangan pengerjaan fisik. Dalam aturan Menteri Kuangan (Kemenkeu) tentang pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun bisa diperpanjang pada tahun berikutnya  2015.

 

Seperti diketahui, engine dari Spanyol ini yang menjadi tumpuan kinerja PLTSa di TPA Sukawinatan. Pembangunan pembangkit ini dianggarkan pusar sekitar Rp21 miliar melalui APBN. Pembangunan jaringan pembangkit listrik ini diketahui bersumber dari energi biogas sampah. Program pemerintah pusat ini menunjuk Kota Palembang karena punya potensi untuk listrik dari sampah. Saat ini pihak ESDM bekerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang tengah menyiapkan operasional jaringan dengan teknologi mengelola biogas yang berasal dari sampah, hingga menjadi tenaga listrik. “Kota Palembang termasuk kota yang menghasilkan produksi sampah cukup banyak. Kondisi itu juga menjadi parameter jika nantinya produksi biogas yang dihasilkan oleh sampah juga tinggi.” sambungnya.

 

Rencananya, setelah menghasilkan  listrik baru nantinya akan dijual ke perusahaan listrik yakni PLN dengan regoional yang terdekat dari lokasi pengelolaan sampahnya. Untuk pengelolaannya sendiri akan dikoordinasikan lagi termasuk mengenai nilai baku harga jual listrik baik yang dikelola.

 

Dijelaskan lebih lanjut, operasional PLTSa ini rencananya berkapasitas mengolah sampah yang dimiliki TPA Sukawinatan berkisar 500-700 ton perhari atau menghasilkan sampah dengan  proses pengelolaan Sanitasi Landfill sekitar 500 Kw listrik. “Listrik yang dihasilkan dengan kapasitas sedang bernilai Rp1.250/Kw dan kapasitas kecil senilai Rp1.096/kw dengan kapasitas 500 Kw. Untuk 1 Megawatt diperkirakan ada 1.000 rumah tangga sasaran dapat dialiri, jika 500 Kw berarti setengahnya,”pungkas dia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *