Sosok Tiga Tersangka Kasus Mafia Pupuk yang Baru Ditetapkan Kejari Kabupaten Pekalongan

NASIONAL9 Dilihat

Jateng, Mik – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan menetapkan, tiga tersangka kasus mafia penyaluran pupuk urea bersubsidi.

Kajari Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbulloh Syambas mengatakan, tiga tersangka dalam kasus mafia penyaluran pupuk urea bersubsidi, di antaranya Direktur CV Tani Jaya, MYF (58), warga Desa/Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kemudian SH (26), warga Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, dan UM (58), warga Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni.

Kedua tersangka merupakan admin di CV Tani Jaya.

“Awalnya kita mengungkap penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi hingga 149,5 ton di Kecamatan Kesesi, Sragi, dan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan selama 2019 – 2021. Tersangka pertama yaitu distributor pupuk yaitu Direktur CV Tani Jaya, MYF (58).”

“Setelah dilakukan pengembangan dan penyelidikan, bertambah dua tersangka lagi yaitu admin dari CV Tani Jaya. Kedua admin yang menjadi tersangka tersebut, diduga membuat laporan bulanan secara fiktif,” kata Kajari Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbulloh Syambas, Sabtu (21/5/2022)

Kajari menjelaskan, modus operandi tersangka di antaranya menjual pupuk urea bersubsidi di atas HET, membuat dokumen fiktif, penyaluran fiktif, hingga dugaan penyaluran di luar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan di luar wilayah kerjanya.

“Kedua admin ini adalah yang membuat laporan pada sekitar bulan November 2021 fiktif, hingga menimbulkan kerugian negara.”

“Tidak menutup kemungkinan, masih akan ada tersangka lainnya. Kita tunggu hasil penyidikan selanjutnya,” jelasnya.

Abun mengungkapkan, bahwa pemerintah sudah mengalokasikan pupuk urea bersubsidi bagi para petani untuk mengantisipasi kelangkaan dan kemahalan harga pupuk selama periode 2019-2021.

Alokasi pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Pekalongan tahun 2019 berjumlah 11.050 ton, tahun 2022, berjumlah 11.800 ton, dan tahun 2021 ada 9.500 ton pupuk subsidi.

“Temuan kasus di CV Tani Jaya selaku distributor, penyalur pupuk Kios Pupuk Lengkap (KPL) melakukan penyaluran fiktif dengan melakukan gesek kartu tani fiktif dan input penyaluran fiktif secara manual melalui aplikasi T-Pubers dengan jumlah sebanyak 149,5 ton dan kerugian akibat penyaluran fiktif ini sekitar Rp 700 juta,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Pasal subsidernya Pasal 3 UU Tipikor.

“Ancamannya, Pasal 2 minimal 4 tahun, Pasal 3 minimal 1 tahun,” tambahnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *