Ketum Ormas Barisan Pelopor Indonesia Minta Panglima TNI Jangan Kasih Kendor KKB Papua

NASIONAL130 Dilihat

Jakarta,Mik – Tb Rahmad Sukendar Ketua Umum Ormas Barisan Pelopor Indonesia meminta kepada Panglima TNI Jendral Yudo Margono jangan ada lagi kompromi dalam menghadapi KKB Papua jika tidak akan banyak Nyawa Prajurid TNI Melayang disikat Gerombolan KKB Papua.

Sudah cukup sikap humanis dikedepankan oleh TNI terhadap KKB Papua

Semua kebaikan yang diberikan oleh Pemerintah dan TNI terhadap KKB Papua dan simpatisan nya akan tetap tidak dianggap baik

Dulu kita lihat Kasad Jenderal Dudung Instruksikan Agar KKB Papua Dirangkul Bukan Diperangi, malah banyak Prajurid TNI dan warga sipil menjadi Korban keganasan dan kebrutalan KKB Papua

Apa yang menjadikan Komitmen Panglima TNI dengan memberikan intruksi Siaga Tempur di Papua patut didukung dan di apresiasi

Harus berapa banyak lagi nyawa Prajurid TNI dan Warga Sipil dikorbankan jika Pemerintah dan TNI masih kedepankan sikap humanis dalam menghadapi gerombolan KKB Papua
Konteks kasus gerombolan bersenjata yang sudah cukup meresahkan dan membuat masyarakat menderita ada diseting oleh pihak Asing dan ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah fan TNI jangan ada lagi memberi peluang terhadap kelompok bersenjata kriminal di Papua

“Satgas Papua sudah waktu nya harus memerangi KKB,jangan ada lagi kasih kendor terhadap gerombolan bersenjata penganggu keamanan di papua

Karena semasa Panglima TNI Andika dan Kasad Jendral Dudung Abdurachman ” Satgas” sudah melakukan pendekatan humanis ,mereka dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI,” kata Jenderal Dudung di Timika, Papua,

Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tb Sukendar selaku Ketua Umum Ormas Barisan Pelopor Indonesia menyampaikan bahwa kunjungan Panglima TNI Jendral Yudo Margono dan Kasad Jendral Dudung Abdurachman ke Papua dalam rangka memberi semangat dan dukungan moril dan mendengarkan berbagai masukan dari prajurit dan mencari solusi mengatasi kesulitan yang dihadapi para prajurit dalam melaksanakan tugas operasi di Papua.ini menjadikan satu kekuatan Prajurid TNI di Papua

Sikap tegas dari  Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dengan meningkatkan operasi militer yang mulanya menggunakan pendekatan halus (soft approach) menjadi operasi siaga tempur di beberapa daerah dianggap rawan aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sudah sangat tepat ujar Kang Tebe Sukendar

Yudo menjelaskan peningkatan operasi militer itu bertujuan untuk memperkuat naluri tempur para prajurit, sehingga mereka selalu siaga saat berhadapan dengan KKB.

“Di daerah-daerah tertentu, kami ubah menjadi operasi siaga tempur. Di Natuna itu ada operasi siaga tempur laut, di sini ada operasi siaga tempur darat. Artinya, ditingkatkan, dari yang tadinya soft approach, dengan menghadapi serangan seperti yang terjadi pada 15 April lalu, tentunya kami tingkatkan menjadi siaga tempur,” kata Yudo saat jumpa pers di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua, seperti dipantau melalui siaran Pusat Penerangan TNI di Jakarta, Selasa.

Meski dilakukan peningkatan operasi militer, pendekatan soft approach dan humanis yang diwujudkan dalam operasi teritorial dan komunikasi sosial di Papua terus berlanjut terutama saat para prajurit berhadapan dengan masyarakat.

“Selama ini, kami operasi teritorial, komunikasi sosial, itu tetap kami laksanakan; tetapi ketika menghadapi (serangan) seperti ini, ya harus laksanakan siaga tempur,” jelas Yudo.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *