Mantan Kadis Perkim Muba Ditetapkan sebagai Tersangka dan Ditahan

NASIONAL202 Dilihat

Palembang, Mik – Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kadis Perkim) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Keuangan Bupati Muba, telah resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Muba.

Ris ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait pembangunan instalasi pengolahan air bersih dengan kapasitas 30 liter per detik beserta jaringan perpipaan.

Lokasi proyek itu di Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim Muba pada tahun anggaran 2021.

Ris bersama tiga orang lainnya, yaitu No sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta dua orang rekanan dengan inisial F dan I, terlibat dalam kasus ini.

Kajari Muba, Romy Rozali SH MH, bersama Kasi Intel Rizky Ramdhani SH dan Kasi Pidsus M. Ariansyah Putra SH mengatakan, untuk mempercepat penyelesaian perkara ini.

Tim penyidik melakukan penahanan sementara terhadap dua orang tersangka.

“Mereka berinisial ‘R’ selaku Penyelenggara Administrasi (PA) dan ‘N’ selaku PPK di Lapas Kelas II B Sekayu selama 20 hari ke depan,” katanya dalam keterangan pers pada Rabu malam, 21 Juni 2023.

Bagaimana dengan dua tersangka lainnya? Romy menjelaskan bahwa mereka akan dipanggil kembali pada Senin, 26 Juni 2023.

“Kami meminta agar mereka bersikap kooperatif dalam memenuhi panggilan kami,” katanya.

Dugaan Penyelewengan Dana

Romy menjelaskan bahwa kasus korupsi yang menjerat para tersangka ini berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana.

Di mana dana itu seharusnya mereka gunakan untuk pembangunan instalasi pengolahan air bersih dengan kapasitas 30 liter per detik.

Selain itu juga jaringan perpipaan di Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim Muba pada tahun anggaran 2021.

Proyek ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021 dengan total anggaran sebesar Rp8.300.066.000.

Meskipun anggaran tersebut telah dicairkan sepenuhnya, terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Salah satu item pekerjaan yang belum tuntas adalah pemasangan listrik dan trafo daya 105 KVA.

“Baik dari segi waktu penyelesaian maupun masa pemeliharaannya,” jelasnya.

Meski anggaran telah dibayarkan sepenuhnya kepada pihak rekanan.

Namun pekerjaan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya.

Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negaran oleh Inspektorat Kabupaten Musi Banyuasin dengan nomor 700/559/ITDA-KHUSUS/2023 tanggal 19 Juni 2023.

Tercatat kerugian negara sebesar Rp1,4 miliar.

Oleh karena itu, keempat tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Pasal itu membahas tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Itu membahasa tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Berita sebelumnya, Ris dan No dengan sukarela memenuhi panggilan penyidik sejak Rabu pagi, 21 Juni 2023.

Setelah menjalani pemeriksaan yang cukup intensif, keduanya keluar dari ruang pemeriksaan Unit Pidsus Kejari Muba sekitar pukul 21.30 WIB.

Mereka keluar dengan mengenakan rompi tahanan khusus Kejari Muba.

Keduanya kemudian masuk ke dalam mobil tahanan Kejari Muba.

Terakhir langsung petugas bawa ke Lapas Kelas IIB Sekayu untuk penahanan lebih lanjut(net)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *