Safari Jum’at di Masjid Suro, Herman Deru : Ini Masjid Bersejarah Yang Harus Dipertahankan Keasliannya

NASIONAL130 Dilihat

PALEMBANG – Rutinitas Safari Jum’at yang dilakukan Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Masjid Al Mahmudiyah yang berada di kawasan 30 Ilir Palembang, Jum’at (14/7), terlihat berbeda dari biasanya. Dimana, saat awal kedatangannya di salah satu Masjid tertua yang dikenal dengan nama masjid Suro itu, Herman Deru langsung disambut antusias jemaah sholat Jum’at, mulai dari anak anak hingga para ulama.

Menurut Herman Deru, dirinya memiliki kenangan tersendiri di Masjid Suro tersebut. Sebab, dirinya mengaku pernah menjadi warga kawasan 30 Ilir yang kerap melakukan ibadah di masjid itu.

“Masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah yang memang harus dijaga dengan baik. Saya pun bangga masjid ini masih sama seperti dulu meskipun sudah berusia ratusan tahun,” kata Herman Deru.

Sebab itu, dia pun meminta agar kondisi masjid terus dijaga. Kendati nantinya harus dilakukan renovasi dan pengembangan, dia berharap, keaslian masjid tetap harus dipertahankan.

“Bentuk asli masjid ini harus tetap dipertahankan. Seandainya nantinya harus dikembangkan, keaslianya jangan sampai dihilangkan karena masjid ini cagar budaya. Ciri khasnya harus tetap ditonjolkan,” terangnya.

Diketahui, berdasarkan sejarah, masji yang terletak tepat di Jalan Ki Gede Ing Suro itu dibangun oleh seorang ulama besar yakni KH Abdurahman Delamat atau yang akrab dipanhgil Ki Delamat di atas tanah wakaf milik Kiai Kiagus H Khotib Mahmud tahun 1889. Masjid tersebut selesai dibangun tahun 1891.

Masjid unik dengan ciri khas melayu ini, awalnya disebut dengan nama Masjid Suro. Lalu Kiagus H. Matjik Rosad, cucu dari Kiagus H Khotib Mahmud mengusulkan nama Al-Mahmudiya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *