Para Wali Murid Mts Negeri 20 Jakarta Timur Mengeluhkan Kutipan Rp 1250.000 (Satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah)

Jakarta, Mediainfokorupsi.com – Seorang wali murid mengeluhkan kutipan  sumbangan  atau kegiatan sebesar Rp 1250.000 (Satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Mts Negeri 20 jakarta timur, Diduga melakukan pungut melalui Komite, sumbangan dari para orang tua/wali siswa selama satu tahun dengan rincian sbb :
BBTQ   :              Rp. 200.000,
Persami :           Rp. 150.000.
Bina Prestasi  : Rp. 250.000,
LDKS  :              Rp.      650.000
——————————————
Total biaya   Rp.   1.250.000

Dari hasil rapat koordinasi dengan wali murid tentang uang yang di pungut biaya sebesar Rp 1250.000 (Satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) tersebut.

Pihak sekolah Mts Negeri 20 jakarta timur menyerahkan semuanya kepada komite, namun tidak ada titik temunya alias solusinya dalam rapat hanya membahas tentang kegiatan LDKS saja.

Salah satu ibu menyatakan kepada mediainfokorupsi.com dalam undangan rapat berbunyi sosialisasi namun tetap saja tidak mengurangi biaya atau kegiatan yang lainnya.ungkap ibu yang tidak mau disebutkan namanya.

Ibu tersebut menambahkan percuma rapat sosialisasi kalau toh itu juga tetap biaya Rp 1250.000 kami kira sosialisasi dapat mengurangi biaya yang dibebankan kepada wali murid.

Masih kata ibu yang tidak mau disebutkan namanya apakah rapat sosialisasi itu hanya dokumentasi saja agar terlihat ada rapat dengan wali murid, ucapannya sambil berjalan arah pulang ke rumah.

Disini juga kami melihat atas sikap
kepala madrasah (Kamad) Chusniyati pada saat rapat bersama wali murid hanya mengucapkan rapat saja dahulu bersama komite beserta jajarannya, padahal disini yang wajib memutuskan persolan biaya seharusnya pihak sekolah Mts Negeri 20 bukan komite.

Terlihat sangat ganjil bilamana keputusan tersebut hanya dilemparkan pada komite yang membuat program BBTQ,Persami, Bina Prestasi,LDKS adalah pihak sekolah Mts Negeri 20 jakarta timur.

Masih dari salah satu wali murid bapak-bapak yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan percuma kita memilih sekolah negeri Kalau biaya seperti sekolah swasta yang biayanya sampai jutaan rupiah.

Kami tidak habis pikir kalau biaya keseluruhan dari kegiatan sekolah madrasah negeri mencapai jutaan rupiah apalagi jujur Om sekarang zaman sulit mencari ekonomi apalagi saya sebagai pekerja serabutan, berharap anak saya sekolah di Mts Negeri dapat mengurangi beban akan tetapi malah sebaliknya menjadi beban, Ujarnya.

apakah ini setiap tahun selalu dibebankan kepada wali murid sama saja dong Om bukan sekolah negeri, tapi sekolah swasta, ucap bapak tersebut kepada mediainfokorupsi.com.

Kami dari wali murid tentu kecewa dengan para pengurus komite padahal yang kami ketahui komite adalah kepanjangan tangan atau perwakilan dari wali murid karena wali murid bukan semuanya mampu  sehingga kami berharap ketua komite MTsN 20 jakarta timur Bpk Syahrul Maghfiroh bisa menyampaikan kepada pihak sekolah Mts Negeri tetapi pada kenyataannya komite yang kami liat pro kepada pihak sekolah ini yang Sangat kami sayangkan sebagai wali murid.

Padahal Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan sudah mencanangkan untuk melarang madrasah negeri memungut biaya, ditegaskan juga bahwa Kepala MI, MTs dan MA Negeri wajib membebaskan biaya pendidikan seluruh peserta didik dan dilarang memungut biaya dana dari orang tua/wali siswa.

(Al)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *