Kejari Palembang Jadwalkan Pemanggilan Edison Terkait Kasus PTSL Tahun 2019 di BPN Palembang

NASIONAL90 Dilihat

Palembang, Mik – Edison mantan Kepala BPN Kota Palembang masuk dalam jadwal pemanggilan oleh Kejari Palembang guna diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan baru perkara dugaan kasus korupsi gratifikasi penerbitan sertifikat tanah Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) Tahun 2019 di BPN Palembang.

Demikian ditegaskan Kasi Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palembang, Ario Apriyanto Gopar SH MH, Rabu (29/5/2024).

“Ya, mantan Kepala BPN Palembang tersebut masuk dalam jadwal pemanggilan, sehingga yang bersangkutan segera akan dipanggil guna dilakukan pemeriksaan sebagai saksi terkait penyidikan baru perkara tersebut,” tegas Ario.

Dugaan kasus korupsi gratifikasi penerbitan sertifikat tanah Program PTSL Tahun 2019 di BPN Palembang tersebut dilakukan penyidikan baru oleh Kejari Palembang, setelah sebelumnya dua tersangka yang merupakan pegawai BPN Palembang, yakni; Ahmad Zairil dan Joke telah divonis oleh Hakim.

Dikatakan Ario, karena perkara tersebut merupakan penyidikan baru tentunya semua saksi yang ada di perkara sebelumnya (Ahmad Zairil dan Joke) akan dipanggil oleh pihaknya.

“Semua saksi yang pernah dipanggil dalam perkara sebelumnya dan yang berkaitan dengan penyidikan baru ini akan dipanggil guna dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Menurut Ario, dalam proses penyidikan baru perkara tersebut sebelumnya memang sudah ada sejumlah saksi yang telah dilakukan pemeriksaan.

“Sejauh ini sudah ada sejumlah saksi yang telah kita lakukan pemeriksaan dan ke depan saksi-saksi tetap akan diperiksa,” terangnya.

Untuk penetapan tersangka dalam perkara tersebut, Ario sebelumnya telah mengatakan, jika pihaknya akan lebih dulu memeriksa semua saksi.

“Kalau semua saksi sudah diperiksa, setelah itu baru dilakukan ekspose untuk penetapan tersangkanya,” kata dia.

Dilanjutkannya, jika dalam penyidikan baru perkara dugaan kasus korupsi gratifikasi penerbitan sertifikat tanah Program PTSL Tahun 2019 di BPN Palembang tersebut pihaknya juga telah menetapkan satu orang DPO.

“DPO tersebut yakni A warga Gandus Palembang. Untuk A kita himbau agar menyerahkan diri karena kami terus melakukan pengejaran,” pungkas Ario.

Diketahui, dalam dugaan kasus korupsi tersebut sebelumnya Kejari Palembang telah menetapkan dua tersangka.

Kedua tersangka tersebut, yakni Ahmad Zairil yang saat dugaan kasus tersebut terjadi menjabat Kasi Hubungan Hukum BPN Palembang yang juga Ketua Panitia Adjudifikasi PTSL 2019, dan Joke mantan Kasi Penataan dan Pemberdayaan di BPN Kota Palembang yang tahun 2019 menjabat Kasubsi Penetapan Hak Tanah BPN Palembang serta Wakil Ketua Tim 2 Bidang Hubungan Hukum atau Yuridis BPN Palembang.

Untuk kedua tersangka tersebut kini telah menjadi terpidana usai divonis Hakim. Dimana Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang yang diketuai Mangapul Manalu SH MH memvonis hukum pidana 4 tahun 6 bulan penjara untuk Ahmad Zairil, dan Joke divonis 4 tahun penjara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *