BPI Minta Kajari Muba yang Baru Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi yang belum Tersentuh

NASIONAL68 Dilihat

Palembang, Mik – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) meminta Kajari Musi Bayuasin yang baru untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang ada di Muba. Hal ini dikatakan Ketua BPI KPNPA RI DPW Sumsel Feriyandi kepada awak media.

Menurut Feri, ada banyak laporan BPI di Kejari Muba terkait dugaan atau indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang perlu dintindaklanjuti.

“Kami meminta Kajari baru unttuk menindaklanjuti laporan-laporan yang belum tersentuh,” ujarnya.

berkaitan dengan kasus korupsi di Muba, belum lama ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan memeriksa 7 orang operator Sistem keuangan Desa dari sejumlah desa di Kabupaten Musi Banyuasin. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembuatan dan pengelolaan jaringan instalasi internet komunikasi dan informasi desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Musi Banyuasin (Muba).

Ketujuh saksi yang diperiksa yakni EJR dari Desa Rantau Sialang, A dari Desa Gajah Mati, AMPJ dari Desa Kertajaya, BI dari Desa Sindang Marga, HS dari Desa Sungai Dua, DF dari Desa Sukalali, dan HS dari Desa Kertayu.

“Hari ini ada tujuh saksi diperiksa yang merupakan operator Siskeudes. Mereka diperiksa sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diajukan sebanyak kurang lebih 20 pertanyaan oleh penyidik,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, Rabu (12/6).

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya intensif Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang telah merugikan negara hingga Rp27 miliar.

Dalam kasus ini, total sudah ada tiga tersangka yang telah ditetapkan penyidik. Diantaranya Muhammad Arif selaku Direktur PT. Info Media Solusi Net (ISN). Kemudian Ridua selaku asi Pendapatan, Keuangan dan Aset PMD Muba, namun statusnya saat ini buron dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *