BPI Minta KPK, Subdit Tipikor dan Subdit Siber Polda Sumsel Turun ke Muara Enim, Diduga Banyak Pengkondisian Lelang Proyek

NASIONAL108 Dilihat

Palembang, Mik – – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) DPW Sumsel menelisik proses lelang proyek di Kabupaten Muara Enim melalui Dinas PUPR.

Setelah itu BPI KPNPA RI memutuskan mendesak KPK, Subdit Siber serta Subdit Tipikor Polda Sumsel turun ke Muara Enim untuk mengusut dugaan adanya pengkondisian proyek lelang di Kabupaten tersebut. Demikian dikatakan Feri Yandi selaku Ketua DPW BPI KPNPA RI kepada awak media, Sabtu 22 Juni 2024.

Menurut Feri, berdasarkan laporan yang dia terima diduga adanya keterlibatan Pejabat tinggi di Muara Enim melalui orang kepercayaannya untuk mengondisikan lelang proyek pada ULP sehingga dimenangkan oleh pihak tertantu.

Feri membeberkan, modus yang terjadi pada lelang di Muara Enim diduga telah dikondisikan dengan cara tidak langsung membuka hasil penawaran dan ditunggu sampai hari berikutnya.

” Hal ini bertujuan untuk melihat dulu penawaran yang masuk, kemudian melalui server LPSE memasukan penawaran agar dapat peringkat pertama,” ujar Feri.

Menurut Feri, hal iitu dapat dilihat dari selisih-selisih nilai penawaran yang masuk tidak kompetetif. Dengan demikian pihaknya meminta Siber Polda Sumsel untuk memeriksa server LPSE selaku pengawasan agar tidan terjadi kecurangan dalam pelelangan.

Lebih jauh Feri membeberkan bahwa pada kasus 2019 di Muara Enim adanya dugaan seseorang yang menerima Rp1,5 Miliar tak tersentuh hukum dan saat ini justru diduga mengatur dan bagi-bagi proyek APBD Muara Enim TA 2024.

“Jadi berdasarkan informasi yang kami dapat penyusunan skema pejabat juga diduga sangat masif agar lebih mudaj menyusun SK PPK paket-paket dan juga seperti mempermudah memakaui alat berat yang ada di workshop misal harusnya setor Negara tiga 7 hari di setor 3 hari,” jelas Feri.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *