BPI Desak KPK Periksa Kekayaan Mantan Gubernur Belitung Erzaldi Rosman Djohan Diduga Tidak Sesuai

NASIONAL58 Dilihat

Jakarta,Mik – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) meminta KPK mengusut asal usul kekayaan mantan Gubernur Bangka Belitung yang tidak sesuai. Demikian dikatakan Feri Yandi selaku Ketua Investigasi BPI KPNPA RI Pusat.

“Kami meminta KPK mengusut harta kekayaan mantan Gubernur Bangka Belitung yang menurut kami adanya kejanggalan,” kata Feri.

Feri berharap, KPK tetap konsisten dalam melakukan pengusutan korupsi seperti menyelidiki harta kekayaan milik mantan Gubernur Bangka Belitung yang diduga tidak sesuai.

Sebelunya diketahui, Jabatan Erzaldi Rosman Djohan sebagai Gubernur Bangka Belitung telah berakhir hari ini. Ia digantikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin sebagai penjabat (pj) gubernur.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam situs elhkpn.kpk.go.id milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaan Erzaldi tercatat Rp 9.623.637.511. Angka tersebut diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 22 Februari 2021 atau laporan periodik 2020.

Terdapat kenaikan hartanya mencapai Rp 3.074.243,341 dari pelaporan pada awal dia menjabat di tahun 2017 atau saat pencalonan hingga terakhir menjabat. Pada tahun 2017 hartanya tercatat sebesar Rp 6.549.394.170. Kemudian, setahun setelahnya, harta dia meningkat sebesar Rp 868.957.082. Sehingga kekayannya menjadi Rp 7.418.351.252 pada tahun 2018.

Setahun setelahnya, harta Erzaldi kembali bertambah menjadi Rp 8.900.392.742. Ada penambahan sekitar Rp 1,4 miliar atau tepatnya Rp 1,482,041,490. Di akhir masa jabatannya, atau pada 2021, harta Erzaldi itu kembali bertambah sebanyak Rp 723,244,769. Dengan demikian, total kekayaannya menjadi Rp 9.623.637.511.

Dari laporan kekayannya pada 2021, Erzaldi juga memiliki satu kendaraan berupa mobil yang setara Rp 230.000.000 Dalam LHKPN-nya, kader Partai Gerindra itu memiliki harta bergerak senilai Rp 1.933.050.000, lalu kas dan setara kas Rp 1.215.673.136 serta harta lainnya berjumlah Rp 885.636.393. Ia tercatat memiliki utang sebesar Rp 803.469.018.

Dengan demikian, total harta kekayaan Erzaldi mencapai Rp 9.623.637.511. Untuk diketahui, masa jabatan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan dan Wakilnya Abdul Fatah berakhir pada tanggal 12 Mei 2022.

Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri menunjuk penjabat untuk memimpin roda pemerintahan hingga pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Ridwan Djamaluddin sebagai pejabat Gubernur Bangka Belitung dilantik secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Kamis (12/5/2022) pagi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *